fbpx
Beranda » Info labuan Bajo » Penolakan Kenaikan Ticket Taman Nasional Komodo

PETISI : Tanda Tangan Penolakan Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo

Kajian kenaikan harga tiket Taman Nasional komodo (NTT) dengan alasan biaya konservasi adalah sesuatu yang tidak logis. Taman Nasional Komodo adalah cagar alam budaya indonesia , sesuai yang di sampaikan Anggota Komisi V DPR RI Effendy Sianipar , indonesia.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa Indonesia mampu merawat dan melindungi habitat asli Komodo. Menurutnya keindahan alam Indonesia merupakan berkah bagi penduduknya, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan berkah dari Yang Maha Kuasa.
Dia pun menjabarkan, persoalan pengelolaan dan pemeliharaan TNK nantinya bisa sharing tugas dan tanggung jawab antara Pemerintah Pusat dan Daerah. “Jadi kita sudah hitung matang-matang, nanti ini dirawat dengan baik tentu diselaraskan dengan APBD dan APBN

PETISI : Tanda Tangan Penolakan Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo

Dan belum ada 1 kajian pun yang mevalidasi bawa kunjungan turis sudah merusak ekosistem taman nasional komodo dan TNK akan kehilangan nilai jasa ekosistem sebesar 11trilliun rupiah pd tahun 2045, mohon publikasikan bukti konkrit atas kajian tersebut ,rincian kerugian dan bukti2 , dari bagian apa kunjungan turis ke taman nasional yg sudah menganggu kelangsungan hidup satwa komodo , dan ekosistem di TNK .
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menyebut populasi komodo di Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo cenderung meningkat. Total komodo pada 2018 sebanyak 2.897 ekor dan pada 2019 bertambah menjadi 3.022 , pernyataan ini di lontarkan 27 oktober 2020 , Wiratno mengklaim, jika komodo dilindungi secara serius dan konsisten, aktivitas wisata dengan kondisi saat ini tidak bakal membahayakan satwa.

PETISI : Tanda Tangan Penolakan Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo

kita melihat ada perlunya memperketat aturan di taman nasional komodo , tetapi bukan dengan cara menaikan harga tiket masuk sampai dengan 17x lipat dari sebelumnya , cara tersebut hanya akan melemahkan daya saing Taman Nasional Komodo dan bisnis pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya , yang efeknya akan berimbas ke warga labuan bajo yang mengandalkan pariwasata dan turis untuk memulihkan ekonomi daerah dari pasca Pandemic yang menyerang dari 2020 hingga 2021 akhir.

 

Sumber : Change.org

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.